Buat Kamar Anak, Air Conditioner atau Kipas Angin?


Indonesia termasuk kedalam Negara yang memiliki cuaca tropis. Hal ini membuat kita dapat merasakan cuaca panas. Khususnya di kota-kota besar, cuaca panas di tambah padatnya polusi kendaraan bermotor membuat panas semakin terasa apabila kita sedang berada di ruangan.
Hawa panas yang begitu terasa, tentu akan membuat kita merasa tidak nyaman. Keringat yang muncul, membuat Anda tidak bisa berkonsentrasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Salah satu alternative yang sering digunakan untuk melawan panas di ruangan adalah dengan menggunakan alat pendingin. Berbagai macam alat pendingin bisa Anda gunakan untuk menata udara ruangan Anda.

Pada artikel kali ini kita akan membahas alat pendingin untuk kamar anak. Bagi Anda yang sedang pilih-pilih alat pendingin ruangan untuk anak, pasti merasakan kebingungan manakah yang pas. Air Conditioner atau kipas angin AC? Pertanyaan tersebut tentu muncul di benak Anda.

Untuk dapat memilihnya, mari kita pertimbangkan beberapa aspek berikut:

1.    Kondisi kamar anak
Ini merupakan yang paling penting sebelum membeli kipas angin AC untuk kamar anak. Jika kamar anak merupakan kamar yang tertutup, maka sebaiknya pasanglah air conditioner. Apabila ruangannya terdapat sirkulasi udara yang bagus, maka sebaiknya beli kipas angina AC.
Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah kipas angin AC memerlukan sirkulasi udara yang baik, sedangkan AC memerlukan ruangan yang tertutup. 

2.    Pengaplikasian
Jika kondisi kamar anak sudah disesuaikan dengan alat pendinginnya, sekarang kita masuk ke cara pemasangannya. Manakah yang lebih mudah pemasangannya? Jawabannya adalah Kipas angina AC. Anda cukup membeli, kemudian mengisi tank air/es, lalu menyalakannya dengan cara menyambungkannya ke aliran listrik. Kipas angin Ac pun siap untuk digunakan.
Jika dibandingkan dengan air conditioner, pemasangannya perlu orang ahli. Kita tidak bisa memasangnya sendiri. Ditambah lagi kita mesti melubangi dinding atau bagian rumah tertentu agar dapat menyambungkan pipa antara bagian perangkat indoor dan outdoor dari air conditioner.
Keuntungan lainnya, jika Anak sedang tidak ingin tidur di kamarnya. Anda bisa memindahkan kipas angin AC ke tempat tidur anak kita. Lain hal dengan air conditioner, alat ini cenderung di paten. Hal ini membuat air conditioner memiliki tingkat mobilitas yang kecil.

3.    Perawatan
Perawatan kipas angin AC jauh lebih mudah daripada air conditioner. Hal itu membuat Anda bisa melakukan perawatannya sendiri tanpa memanggil bantuan tenaga ahli. Anda cukup dengan rutin membersihkan filter dan tanki air untuk merawat kipas angina AC.
Lain hal dengan air conditioner, Anda perlu memanggil tenaga khusus untuk melakukan perawatan. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa mereka. Hal ini tentu membuat Anda harus merogoh kocek dalam-dalam.

4.    Harga dan Biaya penggunaan
Jika ditinjau dari harga, kipas angin AC adalah yang paling terjangkau. Harga kipas angin AC berada di sekitar Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta. Sedangkan, harga dari air conditioner berada di sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta. Lebih murah mana?
Sekarang kita tinjau dari segi beban listrik. Daya listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan kipas angin AC relative lebih kecil daripada air conditioner. Bahkan terdapat kipas angin Ac yang hanya membutuhkan daya sebesar 7,4 watt saja untuk beroperasi. Hal ini tentu membuat Anda dapat menikmati alat ini tanpa hawatir beban listrik rumah yang kecil.
Konsumtif daya yang kecil tentu dapat membuat Anda menghemat bayar listrik. Coba bayangkan! Jika Anda membeli air conditioner, Anda harus menanggung beban listrik 350 watt hingga 1000 watt agar dapat beroperasi. Tagihan listrik Anda tentu akan membengkak bukan?

5.    Model dan ukuran
Segi ini ditinjau dari segi estetika. Air conditioner perlu dua tempat, indoor dan outdoor. Ukuran panjangnya kurang lebih antara 70-100 cm, tinggi 20 dan lebar 30 cm. Bentuknya tidak bervarian dan menempel di dinding rumah.
Berbeda dengan air conditioner, kipas angina AC justru memiliki ukuran yang relative kecil. Bahkan ada yang bentuknya sangat mini yaitu dengan tinggi kurang dari 50 cm. Variasi bentuk yang ada pada kipas angin AC juga dapat mempercantik ruangan Anda.
Itulah beberapa pertimbangan untuk memilih alat pendingin manakah yang baik untuk kamar anak Anda. Jadi manakah yang pas buat kamar anak Anda?

Komentar